Selasa, 11 Maret 2014

Pengertian Struktur data dan Lariik (array)

Posted by with No comments
Dalam istilah ilmu komputer, sebuah struktur data adalah cara penyimpanan, penyusunan dan pengaturan data di dalam media penyimpanan komputer sehingga data tersebut dapat digunakan secara efisien.
Dalam teknik pemrograman, struktur data berarti tata letak data yang berisi kolom-kolom data, baik itu kolom yang tampak oleh pengguna (user) atau pun kolom yang hanya digunakan untuk keperluan pemrograman yang tidak tampak oleh pengguna. Setiap baris dari kumpulan kolom-kolom tersebut dinamakan catatan (record). Lebar kolom untuk data dapat berubah dan bervariasi. Ada kolom yang lebarnya berubah secara dinamis sesuai masukan dari pengguna, dan juga ada kolom yang lebarnya tetap. Dengan sifatnya ini, sebuah struktur data dapat diterapkan untuk pengolahan database (misalnya untuk keperluan data keuangan) atau untuk pengolah kata (word processor) yang kolomnya berubah secara dinamis. Contoh struktur data dapat dilihat pada berkas-berkas lembar-sebar (spreadsheet), pangkal-data (database), pengolahan kata, citra yang dipampat (dikompres), juga pemampatan berkas dengan teknik tertentu yang memanfaatkan struktur data.
1. Larik (Array)

Larik (Bahasa Inggris: array), dalam ilmu komputer, adalah suatu tipe data terstruktur yang dapat menyimpan banyak data dengan suatu nama yang sama dan menempati tempat di memori yang berurutan (kontinu) serta bertipe data sama pula.
Larik dapat diakses berdasarkan indeksnya. Indeks larik umumnya dimulai dari 0 dan ada pula yang dimulai dari angka bukan 0. Pengaksesan larik biasanya dibuat dengan menggunakan perulangan (looping).
  • Larik Satu Dimensi
Larik satu dimensi merupakan jenis larik dasar dan jenis larik yang paling sering digunakan, pemakaian larik satu dimensi terutama dipakai dalam tipe data string (terutama dalam bahasa Bahasa pemrograman C).
  • Larik Dua Dimensi
Larik dua dimensi merupakan tipe larik yang lain. Larik dua dimensi sering dipakai untuk merepresentasikan tabel dan matriks dalam pemrograman.
sumber :http://andikafisma.wordpress.com/struktur-data/

konversi bilangan biner,desimal,oktal,hexsa pada sistem digital

Posted by with No comments
Sistem Digital adalah suatu sistem yang berfungsi untuk mengukur suatu nilai atau besaran yang bersifat tetap atau tidak teratur dalam bentuk diskrit berupa digit digit atau angka angka .Biasanya sebelum mempelajari lebih dalam tentang sistem digital  pertama pasti kita akan mempelajari yang namanya Sistem Bilangan ,ada 4 jenis sistem bilangan yaitu biner ,oktal ,desimal ,hexadesimal .
  1. Bilangan Biner adalah bilangan yang hanya punya basis 2 atau bilangan basis 2 ,yaitu 0 dan 1
  2. Bilangan Oktal adalah bilangan yang hanya punya basis 8 atau bilangan basis 8 , yaitu 0,……,7
  3. Bilangan Desimal adalah bilangan yang hanya punya basis 10 atau bilangan basis 10 ,yaitu 0,…….9
  4. Bilangan Hexadesimal adalah bilangan yang hanya punya basis 16 atau bilangan basis 16 ,yaitu 0,……..9 ,A ,B ,C ,D ,E ,F (A=10 ,B=11 ,C=12 ,D=13 ,E=14 ,F=15)
Konversi Bilangan  adalah mengubah suatu sistem bilangan menjadi sistem bilangan lain.
Biner
*Biner ke Oktal
Caranya mudah ,kita hanya menyekatnya atau mengelompokkan berisi 3 bit bilangan ,dalam bentuk bilangan oktal ,111 = 4+2+1 = 7 ,sistem oktal ini disebut sistem 421.
Contoh :
110011010(2) = 110 011 010 = 4+2+0  0+2+1  0+2+0  = 632(8)
*Biner ke Desimal
Kita hanya tinggal mengalikan setiap bitnya dengan 2n  ,n = posisi bit ,MSB berarti pangkatnya paling besar sedangkan LSB pangkatnya paling kecil atau = 0, lalu hasilnya dijumlahkan .
Contoh :
110011010(2) = (1×28) + (1×27) + (0×26) +(0×25) + (1×24) + (1×23) + (0×22) + (1×21) +(0×20)
=   256  +   128   +    0     +    0     +    16    +    8      +    0     +    2     +   0 = 410(10)
*Biner ke Hexadesimal
Caranya mudah ,kita hanya menyekatnya atau mengelompokkan berisi 3 bit bilangan ,dalam bentuk bilangan oktal ,1111 = 8+4+2+1 = 15/F ,sistem hexadesimal ini disebut sistem 8421.
Contoh :
110110011010(2) = 1101  1001 1010 = 8+4+0+1  8+0+0+1  8+0+2+0 = 13  9  10 = D9A(16)
Oktal
*Oktal ke Desimal
Kita hanya tinggal mengalikan angka paling kiri dengan 8n , n adalah jumlah pangkaat tertinggi . MSB berarti pangkatnya paling besar sedangkan LSB pangkatnya paling kecil atau = 0, lalu hasilnya dijumlahkan .
Contoh :
678(8) = 6×82  7×81  8×80 = 6×64 + 7×8 + 8×1 = 384 + 56 + 8 = 440(10)
*Oktal ke Biner
Pada konversi bilangan oktal ke biner ini maksimal hanya angka misalnya 777(8) yang dapat langsung dikonversikan kebiner dengan cara sekat 7 = 111 , 7 = 111 , 7 = 111 jadi 777(8) =111111111(2) ,jika 777 keatas sudah tidak bisa menggunakan cara ini ,harus diubah kedesimal dahulu baru bisa langsung ke biner.
Contoh :
653(8) = ( dengan cara sekat langsung karena tidak ada angka yang >7 )
653(8) = 6 = 110 ,5 = 101 , 3 = 011,,,Jadi 653(8) = 110101011(2)
678(8) = ( langkah pertama harus dikonversikan terlebih dahulu ke desimal )
678(8) = 6×82  7×81  8×80 = 6×64 + 7×8 + 8×1 = 384 + 56 + 8 = 440(10)
440(10) = ( langkah kedua langsung mengubahnya kebiner )
440(10) = 440:2=220 sisa 0
220:2=110 sisa 0
110:2=55 sisa 0
55:2=27 sisa 1
27:2=13 sisa 1
13:2=6 sisa 1
6:2=3 sisa 0
3:2=1 sisa 1
1:2=0 sisa 1
dibaca dari bawah keatas ,jadi 440(10) = 110111000(2)
Jadi , 678(8) = 110111000(2)
*Oktal ke Hexadesimal
Caranya kita harus mengubahnya ke bilangan desimal dahulu baru dari desimal kiata ubah ke hexadesimal .
Contoh:
678(8) = 6×82  7×81  8×80 = 6×64 + 7×8 + 8×1 = 384 + 56 + 8 = 440(10)
440(10) = 440:16= 27 sisa 8
27:16= 1  sisa 11/B
1:16= 0 sisa 1
dibaca dari bawah keatas Jadi,  440(10) = 1B8(16)
Jadi ,hasil dari 678(8)  = 1B8(16)
Desimal
*Desimal ke Biner
Kita hanya tinggal membagi angka desimalnya dengan angka 2 dan hasilnya tidak ada koma ,tapi kita tulis saja berapa sisanya .
Contoh :
440(10) = 440:2=220 sisa 0
220:2=110 sisa 0
110:2=55 sisa 0
55:2=27 sisa 1
27:2=13 sisa 1
13:2=6 sisa 1
6:2=3 sisa 0
3:2=1 sisa 1
1:2=0 sisa 1
dibaca dari bawah keatas ,jadi 440(10) = 110111000(2)
*Desimal ke Oktal
Kita hanya tinggal membagi angka desimalnya dengan angka 8 dan hasilnya tidak ada koma ,tapi kita tulis saja berapa sisanya.
Contoh :
440(10) = 440:8= 55 sisa 0
55 :8=  6 sisa 7
7 :8=  0 sisa 7
dibaca dari bawah keatas ,jadi 440(10) = 770(8)
*Desimal ke Hexadesimal
Caranya yaitu hanya tinggal membagi angka desimalnya dengan angka 16 dan hasilnya tidak ada koma ,tapi kita tulis saja berapa sisanya.
440(10) = 440:16= 27 sisa 8
27:16= 1  sisa 11/B
1:16= 0 sisa 1
dibaca dari bawah keatas Jadi,  440(10) = 1B8(16)
Hexadesimal
*Hexadesimal ke Biner
Kita hanya tinggal menyekat 1 bilangan Hexadesimal lalu mengubahnya ke biner.
Contoh:
B4645(16) = B  4  6  4  5 = 1011  0100  0110  0100 0101(2)
*Hexadesimal ke Desimal
Kalikan setiap bit bilangannya dengan 16n , n adalah nilai pangkat tertinggi MSB berarti pangkatnya paling besar sedangkan LSB pangkatnya paling kecil atau = 0, hasilnya lalu jumlahkan .
Contoh :
1B8(16) = 1×162+Bx161+8×160 =256+176+8=440(10)
*Hexadesimal ke Oktal
Bilangan Hexa tidak bisa langsung dikonversikan ke oktal ,ubah dulu ke desimal lalu dari desimal bisa langsung dikonversikan ke oktal.
Contoh :
1B8(16) = 1×162+Bx161+8×160 =256+176+8=440(10)
440(10) = 440:8= 55 sisa 0
55 :8=  6 sisa 7
7 :8=  0 sisa 7
dibaca dari bawah keatas ,jadi 440(10) = 770(8)
Jadi , 1B8(16) = 770(8)

Apa Itu Sistem Digital ? ? ?

Posted by with No comments
Kata Digital berasal dari kata Digitus, dalam Bahasa Yunani yang berarti jari-jemari. Apabila jari-jemari seseorang dihitung, maka akan berjumlah sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0. Oleh karena itu digital merupakan penggambaran dari suatu kondisi bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau OFF dan ON (sistem bilangan biner), dapat juga disebut dengan istilah Bit (Binary Digit). Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya.
Peralatan canggih, seperti komputer, pada prosesornya memiliki serangkaian perhitungan biner yang rumit. Dalam gambaran yang mudah, proses biner adalah seperti saklar pada lampu, yang memiliki 2 keadaan, yaitu OFF (0) dan ON (1). Pada kondisi saklar lampu yang ditekan (tombol ON), maka lampu akan menyala & ruangan akan tampak terang, tapi sebaliknya jika saklar lampu tidak ditekan (tombol OFF), maka lampu tidak menyala & ruangan tampak gelap. Misalnya ada 20 buah lampu dan saklar, jika saklar itu dinyalakan dalam posisi A, maka ia akan membentuk gambar bunga, dan jika saklar itu dinyalakan dalam posisi B, maka ia akan membentuk gambar hati. Begitulah kira-kira biner digital tersebut.

Menunggu itu membosankan

Posted by with No comments
dan faktanya dari tadi saya menunggu postingan saya terpublish tapi gak bisa-bisa tapi knapa tulisan yg  ini bisa terpublish..anehhh kan
 intinya d sini saya tidak suka MENUNGGU apa lagi menunggu yang takpasti sooo kalian gimana????

:P
:P

Sabtu, 08 Maret 2014

Bahaya Main Gadget Sebelum Tidur

Posted by with No comments
Tidak ada yang menyangkal bahwa beberapa tahun terakhir beberapa pengguna smartphone, tablet, dan gadget lain telah membuat ikatan yang kuat(nikah aja sekalian) dengan teknologi yang mereka gunakan. Semakin banyak orang ditemukan akan merasa cemas ketika mereka terpisah dari gadget yang mereka gunakan, misalnya ketika smartphone ketinggalan di rumah, atau bahkan jika itu di ruangan yang berbeda.

 

Sebuah ide baik jika kamu menggunakan smartphone pada siang hari untuk melakukan berbagai banyak hal seperti browsing di internet, mendapatkan petunjuk arah saat mengemudi, mendengarkan musik, atau

Malware Ganas Serang Android

Posted by with No comments



Dominasi sistem operasi (OS) Android di perangkat mobile smartphone dan tablet sudah tak diragukan lagi. Meningkatnya popularitas Android menjadikan OS ini banyak diincar malware.


Bahkan menurut data terbaru, serangan malware yang mengarah ke Android semakin banyak. Dalam laporan Threat Report, perusahaan keamanan F-Secure mengungkap bahwa serangan malware mobile yang menyasar Android sudah mencapai 97% pada tahun 2013. Jumlah ini meningkat dari 79% pada tahun sebelumnya.

Secara rinci, jumlah serangan malware terhadap Android naik dari 238 ancaman pada 2012 menjadi 804 pada tahun 2013. Sementara itu hanya 3% malware yang diketahui mengincar Symbian.

Setidaknya ada 10 negara yang melaporkan pendeteksian serangan malware Android kepada sistem F-Secure pada paruh kedua tahun 2013. Demikian dilansir The Next Web.

Arab Saudi menduduki puncak serangan malware dengan porsi 42%, disusul India 33%. Selain dari Saudi Arabia dan India, Amerika Serikat dan Finlandia masuk dalam target berikutnya dengan porsi serangan masing-masing 5 persen, disusul Jerman 3,2%, Inggris 2,8 persen, Hong Kong 2,7 persen, Swedia 2,6 persen, Mesir 1,8 persen, dan Belanda 1,6 persen.

Sumber utama ancaman malware mobile ternyata datang dari toko aplikasi pihak ketiga. Sekitar 10% dari sampel aplikasi yang ada di toko terkemuka Android di China teridentifikasi sebagai aplikasi berbahaya. Google Play relatif masih aman, hanya 0,1% dari perangkat lunak yang diketahui terinfeksi.
- See more at: http://tekno.liputan6.com/read/2019553/serangan-malware-di-android-makin-ganas#sthash.4i4F6GGy.dpuf
sumber : http://tekno.liputan6.com/read/2019553/serangan-malware-di-android-makin-ganas


erangan malware yang mengarah ke Android semakin banyak. Dalam laporan Threat Report, perusahaan keamanan F-Secure mengungkap bahwa serangan malware mobile yang menyasar Android sudah mencapai 97% pada tahun 2013. Jumlah ini meningkat dari 79% pada tahun sebelumnya.

Secara rinci, jumlah serangan malware terhadap Android naik dari 238 ancaman pada 2012 menjadi 804 pada tahun 2013. Sementara itu hanya 3% malware yang diketahui mengincar Symbian.

Setidaknya ada 10 negara yang melaporkan pendeteksian serangan malware Android kepada sistem F-Secure pada paruh kedua tahun 2013. Demikian dilansir The Next Web.

Arab Saudi menduduki puncak serangan malware dengan porsi 42%, disusul India 33%. Selain dari Saudi Arabia dan India, Amerika Serikat dan Finlandia masuk dalam target berikutnya dengan porsi serangan masing-masing 5 persen, disusul Jerman 3,2%, Inggris 2,8 persen, Hong Kong 2,7 persen, Swedia 2,6 persen, Mesir 1,8 persen, dan Belanda 1,6 persen.

Sumber utama ancaman malware mobile ternyata datang dari toko aplikasi pihak ketiga. Sekitar 10% dari sampel aplikasi yang ada di toko terkemuka Android di China teridentifikasi sebagai aplikasi berbahaya. Google Play relatif masih aman, hanya 0,1% dari perangkat lunak yang diketahui terinfeksi. - See more at: http://tekno.liputan6.com/read/2019553/serangan-malware-di-android-makin-ganas#sthash.4i4F6GGy.dpuf
Dominasi sistem operasi (OS) Android di perangkat mobile smartphone dan tablet sudah tak diragukan lagi. Meningkatnya popularitas Android menjadikan OS ini banyak diincar malware.

Bahkan menurut data terbaru, serangan malware yang mengarah ke Android semakin banyak. Dalam laporan Threat Report, perusahaan keamanan F-Secure mengungkap bahwa serangan malware mobile yang menyasar Android sudah mencapai 97% pada tahun 2013. Jumlah ini meningkat dari 79% pada tahun sebelumnya.

Secara rinci, jumlah serangan malware terhadap Android naik dari 238 ancaman pada 2012 menjadi 804 pada tahun 2013. Sementara itu hanya 3% malware yang diketahui mengincar Symbian.

Setidaknya ada 10 negara yang melaporkan pendeteksian serangan malware Android kepada sistem F-Secure pada paruh kedua tahun 2013. Demikian dilansir The Next Web.

Arab Saudi menduduki puncak serangan malware dengan porsi 42%, disusul India 33%. Selain dari Saudi Arabia dan India, Amerika Serikat dan Finlandia masuk dalam target berikutnya dengan porsi serangan masing-masing 5 persen, disusul Jerman 3,2%, Inggris 2,8 persen, Hong Kong 2,7 persen, Swedia 2,6 persen, Mesir 1,8 persen, dan Belanda 1,6 persen.

Sumber utama ancaman malware mobile ternyata datang dari toko aplikasi pihak ketiga. Sekitar 10% dari sampel aplikasi yang ada di toko terkemuka Android di China teridentifikasi sebagai aplikasi berbahaya. Google Play relatif masih aman, hanya 0,1% dari perangkat lunak yang diketahui terinfeksi. - See more at: http://tekno.liputan6.com/read/2019553/serangan-malware-di-android-makin-ganas#sthash.4i4F6GGy.dpuf
Dominasi sistem operasi (OS) Android di perangkat mobile smartphone dan tablet sudah tak diragukan lagi. Meningkatnya popularitas Android menjadikan OS ini banyak diincar malware.

Bahkan menurut data terbaru, serangan malware yang mengarah ke Android semakin banyak. Dalam laporan Threat Report, perusahaan keamanan F-Secure mengungkap bahwa serangan malware mobile yang menyasar Android sudah mencapai 97% pada tahun 2013. Jumlah ini meningkat dari 79% pada tahun sebelumnya.

Secara rinci, jumlah serangan malware terhadap Android naik dari 238 ancaman pada 2012 menjadi 804 pada tahun 2013. Sementara itu hanya 3% malware yang diketahui mengincar Symbian.

Setidaknya ada 10 negara yang melaporkan pendeteksian serangan malware Android kepada sistem F-Secure pada paruh kedua tahun 2013. Demikian dilansir The Next Web.

Arab Saudi menduduki puncak serangan malware dengan porsi 42%, disusul India 33%. Selain dari Saudi Arabia dan India, Amerika Serikat dan Finlandia masuk dalam target berikutnya dengan porsi serangan masing-masing 5 persen, disusul Jerman 3,2%, Inggris 2,8 persen, Hong Kong 2,7 persen, Swedia 2,6 persen, Mesir 1,8 persen, dan Belanda 1,6 persen.

Sumber utama ancaman malware mobile ternyata datang dari toko aplikasi pihak ketiga. Sekitar 10% dari sampel aplikasi yang ada di toko terkemuka Android di China teridentifikasi sebagai aplikasi berbahaya. Google Play relatif masih aman, hanya 0,1% dari perangkat lunak yang diketahui terinfeksi. - See more at: http://tekno.liputan6.com/read/2019553/serangan-malware-di-android-makin-ganas#sthash.4i4F6GGy.dpuf

Rabu, 01 Januari 2014

FUNGSI-FUNGSI PADA OPEN OFFICE CALC

Posted by with No comments


    Fungsi Math and Trig
Fungsi
Keterangan
=ABS(number)
menghasilkan nilai absolut argumen
=ROUND(number,num_digit)
membulatkan dengan besar digit sesuai yang ditentukan dalam num_digit
=INT(number)
membulatkan argumen kebawah
=MOD(number,divisor)
menghasilkan sisa setelah number dibagi dengan divisor
=COS(number)
menghirung nilai cosinus argumen
=SUM(number1,number2,...)
menjumlahkan data argumen


2.       Fungsi Statistik
Fungsi AVERAGE
=AVERAGE(number1,number2,...)
menghitung nilai rata-rata argumen
Fungsi COUNT
=COUNT(number1,number2,...)
menghasilkan jumlah data argumen (khusus untuk jumlah angka)
Fungsi MAX
=MAX(number1,number2,...)
mencari nilai maksimum data argumen
Fungsi MIN
=MIN(number1,number2,...)
mencari nilai minimum data argumen

3.